Archive for November, 2008
The Intimate Conclave
Betapa BesarKasih AnugrahMu Tuhan. Aku sadar dari dulu sampai sekarang KaryaMU Sangattt Ajaib terjadi didalam hidupku…..
Kau menenunku ketika aku masih bakal anak. Tuhan aku sangattt bersyukur atas Rajutan- rajutanMU yang KAU Rajut dalam Hidupku….
Di dalam Kesendirianku didalam relung hatiku yang palingggg dalammm…
Aku melihat, Merasakan KehadiranMu yang penuh Kasih, ada Keindahan, ada Ketenangan…..
Kau memandangku dengan tersenyum yang melebihi Indahnya Pelangi….
Kau menatapku dengan penuh ketenangan yang melebihi tenangnya, sunyinya suasana di tengah malam……
Woooww…. Saat itu Damai Sejahtera menghampiriku…
Terlihat dari senyumanMU…… TatapanMu…..yang penuh arti…..
Senyuman dan TatapanMu berbicara pada pribadiku….. yang mewakili semua KemurahanMU, KetulusanMU, KedasyatanMU…….
Hidupku….
Hidupku……..
Seluruh Hidupku MilikMu, Hanya MilikMu…..
Aku ini MilikMu Bapa……..
Kaulah Sang Penjunanku yang Sejati dan aku Bajana Tanah LiatMU…
Abba Father come into the empty spaces of my broken places
Remake Me………..
Renew Me… Lord….
-This is My Intimate conclave -
The Sermon IV
IBADAH YANG SANGAT DIBERKATI
Pembacaan Firman Tuhan: Amos 9:11-15 dan Kisah 15:16-18
Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema: “Ibadah yang Sangat Diberkati.” Dengan tujuan supaya setiap jemaat dan pelayan Tuhan sangat diberkati melalui ibadah yang diadakan di gereja kita.
- Datang untuk mencari Tuhan.
- Daud ingin membangun suatu tempat ibadah dimana ia dan rakyatnya bisa mencari dan menghargai Tuhan (1 Tawarikh 13:1-4).
- Kita harus datang ibadah untuk mencari Tuhan:
- Yaitu untuk menghormati Tuhan.
- Untuk memuji dan menyembah Tuhan.
- Untuk mempersembahkan persembahan kepada Tuhan.
- Untuk memohon pertolongan kepada Tuhan.
- Untuk memohon petunjuk dari Firman Tuhan.
-
- Contoh:
-
-
- Perempuan pendarahan 12 tahun datang untuk mencari pertolongan dari Tuhan Yesus (Markus 5:25-34).
- Orang lumpuh yang setiap hari dibawa ke Bait Allah tetapi hanya untuk mencari sedekah dari orang-orang yang lewat, bukan datang untuk mencari Tuhan (Kisah 3:1-8).
-
- Masuk dengan hati yang bersyukur.
- Kita harus datang ke gereja dengan hati yang bersyukur.
-
-
- Mazmur 100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
- Kita harus bersyukur bisa beribadah dan melayani Tuhan.
- Mazmur 122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
- 2 Korintus 4:1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
- Jadi, baik kita yang melayani maupun yang beribadah harus dengan hati yang bersyukur.
-
-
-
- Saat di parkiran:
- Pelayan Tuhan harus melayani perparkiran dengan hati yang bersyukur dan lemah lembut.
- Jemaat yang datang harus datang dengan hati yang mengucap syukur.
- Saat di pintu masuk ibadah:
- Penerima tamu, penyambut jiwa baru dan pelayan mimbar harus menyambut jemaat dengan hati yang bersyukur dan bersukacita.
- Jemaat yang datang harus datang dalam ibadah dengan hati yang bersyukur kepada Tuhan dan bersukacita.
- Saat Pujian Penyembahan (2 Samuel 6:14-15):
- Pelayan pujian penyembahan harus memimpin jemaat untuk memuji dan menyembah Tuhan dengan hati yang bersyukur (Worship Leader, singers, choir, pemusik, creative ministry, soundman, media).
- Jemaat harus memuji dan menyembah Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh bersukacita dan bersyukur.
- Saat memberikan persembahan:
- Pelayan Tuhan harus melayani tugas persembahan dengan hati yang bersyukur.
- Setiap jemaat harus memberi persembahan kepada Tuhan dengan hati yang bersukacita dan bersyukur (2 Korintus 9:7).
- Saat di parkiran:
-
- Membangun ibadah yang penuh dengan iman.
- Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dari Allah dan hanya dengan iman kita bisa berkenan di hati Allah (Ibrani 11:1-6).
- Saat Firman Tuhan disampaikan:
- Hamba Tuhan harus menyampaikan Firman Tuhan untuk mengajar, memberi petunjuk, mendewasakan, mendorong jemaat melakukan visi sehingga jemaat makin dewasa dalam pengertian rohani dan iman.
- Jemaat harus menerima Firman dengan iman dan mengamininya.
- 1 Tawarikh 16:36 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Maka seluruh umat mengatakan: “Amin! Pujilah TUHAN!”
- Mazmur 106:48 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: “Amin!” Haleluya!
- 2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
- Saat pujian penyembahan:
- Worship Leader harus memilih lagu-lagu yang membuat jemaaat makin dewasa, makin kuat imannya dan makin melakukan visi yang dari Tuhan.
- Jemaat juga harus lebih senang memuji dan menyembah Tuhan dengan lagu-lagu yang mendewasakan, menguatkan iman dan membuat kita lebih mencintai Tuhan.
- Saat kesaksian:
- Jemaat/pelayan Tuhan yang bersaksi harus menyampaikan kesaksian yang memuliakan Tuhan dan mendewasakan serta menguatkan iman yang hadir.
- Jemaat/pelayan Tuhan yang mendengar kesaksian harus menerimanya dengan iman dan memuliakan Tuhan.
- Saat berdoa (Yakobus 5:17).
- Petugas doa harus berdoa dengan iman.
- Doa persiapan/ pembukaan.
- Doa Persembahan.
- Doa untuk Firman.
- Doa untuk penyerahan anak/pelantikan PKS/pelantikan pelayan Tuhan/wisuda SGS, dll.
- Para pendoa syafaat untuk ibadah.
- Mendoakan jemaat yang minta didoakan setelah kebaktian.
- Jemaat yang berdoa dan yang didoakan harus menerima dengan iman.
- Saat terima doa berkat.
- Saat didoakan setelah selesai kebaktian.
- Petugas doa harus berdoa dengan iman.
- Pulang untuk melakukan Firman.
- Daud belajar untuk selalu melakukan Firman.
-
-
- Mazmur 40:9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”
- 1 Tawarikh 14:16 Dan Daud berbuat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, maka mereka memukul kalah tentara orang Filistin, mulai dari Gibeon sampai Gezer.
- Sepulang dari ibadah, kita harus belajar untuk selalu melakukan semua Firman Tuhan sehingga kita mengalami kebenaran Firman Tuhan dan mujizat Tuhan, serta hidup dalam kemenangan dan anugerah Tuhan.
- Yakobus 1:22-25.
- Lakukanlah 4D yang diajarkan di gereja kita: Dicatat, Direnungkan, Dilakukan, Diceritakan.
-
Marilah kita melakukan 4 hal ini dalam ibadah kita kepada Tuhan sehingga kita senantiasa mendapatkan anugerah besar saat beribadah di gereja kita.
The Sermon III
DIBALIK KRISIS ADA KESEMPATAN
Pembacaan Firman Tuhan: Yesaya 60: 1-7
Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema: “Dibalik Krisis ada Kesempatan.”- Dibalik Krisis ada kesempatan.
- Yesaya 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa: tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
- Ayat ini membicarakan peristiwa yang bisa terjadi pada saat Krisis yaitu sekalipun ada krisis namun juga ada kesempatan untuk mengalami anugerah besar.
- Krisis dalam bahasa Mandarin mempunyai 2 arti.
- Yesaya 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa: tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
1.Bahaya.
2.Kesempatan.
-
- Contoh:
-
-
- Nuh: saat krisis moral
- Ishak: kekeringan
- Yusuf: kekeringan
- Daniel: pembunuhan
- Yefta: krisis identitas dan kepemimpinan
- Anak Rajawali yang digonjang-ganjingkan sarangnya.
-
- Bangkit disaat Krisis.
- Yesaya 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
- Ayat ini mengajak kita bangkit sekalipun sedang Krisis, karena dibalik Krisis ada kesempatan.
- Maka jangan putus asa di saat krisis.
- Yesaya 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
- Bangkit dengan terang Tuhan
- Ayat 1 dan 3.Ayat ini berkata bahwa orang-orang itu datang kepada terang Tuhan yang terbit atas kita, bukan kepada kita.
- Sebab terang Tuhanlah yang bisa menerangi kegelapan/krisis yang sedang melanda dunia.
- Artinya kita harus mencari hikmat dan pengurapan dari Tuhan untuk bisa melihat jalan keluar bagi krisis yang sedang melanda dunia.
- Kalau kita bangkit dengan terang Tuhan, maka bangsa-bangsa dan kekayaan akan datang kepada kita (ayat 4-7).
- Bangkit untuk menjadi terang.
- Yesaya 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu
- Artinya kita harus bangkit untuk menjadi terang, menjadi berkat, menjadi alatnya Tuhan menerangi bangsa-bangsa yang sedang dalam kegelapan.
- Kalau kita hanya bangkit untuk kepentingan diri sendiri, ayat ini tidak berlaku bagi kita.
- Panggilan Tuhan untuk hidup kita adalah untuk menjadi berkat/menjadi terang.
- Kejadian 12:2-3; Matius 5:14.
- Kalau kita mau bangkit menjadi terang dengan terang Tuhan, maka kita pasti akan mendapat kesempatan menerima anugerah besar disaat krisis, seperti yang ditulis dalam Yesaya 60 ini. Contoh/kesaksian.
- Yesaya 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu
Marilah kita gunakan kesempatan dibalik krisis yang sedang terjadi sehingga kita justru mendapat anugerah besar.
The Sermon II
MEMBUAT VISI MENJADI KENYATAAN
Kita sudah belajar tentang dahsyatnya visi, visi menuntun kita kepada keberhasilan dan bagaimana cara menerima visi dari Allah. Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana visi bisa menjadi kenyataan dalam kehidupan kita.
Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
- Menetapkan Visi.
- Tetapkan visi dari Tuhan bagi hidupmu.
- Kalau sudah dapat dari Tuhan, tuliskan.
- Kalau belum dapat dari Tuhan tuliskan dulu apa yang ada dalam hati kita sambil terus mendoakannya kepada Tuhan. Contoh:
- Seorang pelajar yang belum bisa mengerti panggilan Tuhan dalam hidupnya, bisa menulis cita-cita yang ada dalam hatinya sambil didoakan kepada Tuhan.
- Seseorang yang bekerja tapi belum tahu panggilan Tuhan untuk hidupnya, bisa menulis apa yang dirindukan sambil terus didoakan kepada Tuhan.
- Kita juga bisa menulis visi jangka pendek untuk menuju visi jangka panjang.
- Pelajar: 2 tahun TK, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 4 tahun kuliah, bekerja – 3 tahun bisa punya rumah, menikah, dll.
- Pengusaha memiliki visi tahun depan usahanya mengalami kemajuan ___% atau tambah___usaha baru.
- Mendeklarasikannya.
- Dengan cara mengatakannya dan memperlihatkannya sehingga visi itu bisa didengar, dilihat dan dimengerti.
- Karena ada kuasa dalam perkataan dan penglihatan.
-
- Kuasa dalam perkataan:
1.Seperti yang dikatakan 10 pengintai akan terjadi (Bilangan 14:28).
2.Abram dan Sarai juga diperintahkan ganti namanya sesuai dengan visi yang Tuhan berikan (Kej 17:5+15).
3.Simon namanya diganti (Matius 16:17-18)
4.Yakub namanya diganti (Kejadian 32:28).
-
- Kuasa dalam penglihatan:
0.Yang bisa dilihat oleh Abraham saja yang akan diberikan oleh Allah kepada Abraham (Kejadian 13:14-15).
1.Abraham diperintahkan melihat bintang di langit (Kejadian 15:5)
2.Abraham diperintahkan melihat pasir di lautan (Kejadian 22:17)
3.Yakub melihat dengan iman bahwa anak-anak dombanya berbintik-bintik dan belang-belang (Kejadian 30:31-43).
-
- Maka kita harus mulai menetapkan dan mendeklarasikan visi kita, bisa dengan cara mengatakannya, menuliskannya, menempelkannya, mendoakannya, dll.
- Melangkah dengan petunjuk Tuhan.
-
- Karena hanya petunjuk Tuhan yang membuat kita bisa sampai kepada visi yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
-
-
- Abraham mulai berjalan sesuai petunjuk Tuhan menuju tanah yang dijanjikan Tuhan (Kejadian 12:1).
- Nuh membangun bahtera besar dengan petunjuk Tuhan (Kejadian 6:14).
- Musa membangun Kemah Suci dengan petunjuk Tuhan (Kel 25:1-9)
- Bangsa Israel hanya bisa sampai ke tanah yang dijanjikan oleh Tuhan dengan petunjuk Tuhan.
- Maka kita harus selalu mencari dan melangkah sesuai dengan petunjuk Tuhan.
- Daud senantiasa meminta petunjuk dari Tuhan, maka Daud selalu berhasil di medan peperangan (1 Sam 23:1-13).
- Kalau kita menghadapi krisis dengan petunjuk Kristus maka kita akan mengubah bahaya menjadi kesempatan yang luar biasa.
-
- Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri (Yosua 1:7).
- Kita harus fokus pada visi.
- Jangan buang waktu untuk hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan visi.
- Kita harus fokus pada visi.
-
-
-
- Tuhan Yesus sangat fokus untuk mencapai visinya.
- Segala sesuatu yang menjauhkan kita dari visi jangan dilakukan, lalukanlah segala sesuatu yang menuju visi.
-
-
-
-
- Rayakan visi yang sudah tercapai supaya kita terus termotivasi untuk mencapai visi.
-
-
-
-
- Setiap Gebyar Penuai akan dirayakan dan diberi penghargaan bagi PKS yang berhasil mengembangkan kelompok sel baru.
-
- Hidup sesuai Firman Tuhan.
-
-
-
- Yang dilarang oleh Firman Tuhan jangan dilakukan.
-
-
-
-
- Yusuf menolak dan meninggalkan dosa.
- Daud bertobat dengan sungguh-sungguh saat ia jatuh dalam dosa!!!
-
-
-
-
- Yang diperintahkan Firman Tuhan harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh.
-
-
-
-
- Nuh (Kejadian 6:22).
- Abraham (Kejadian 12:4).
-
-
- Memperjuangkannya dengan konsisten.
- Kita harus mendoakannya dengan konsisten.
- Kita harus mengambil langkah-langkah dengan konsisten.
- Konsisten adalah sangat penting bagi hidup kita.
- Ajakan gembala sidang supaya setiap jemaat memiliki visi. Karena:
- Setiap orang bisa memiliki visi.
- Memiliki visi tidak harus memiliki kepandaian khusus, kekayaan, dll.
- “Tidak memiliki visi akan membuat kita menjadi korban sejarah, tetapi memiliki visi akan membuat kita menjadi pengukir sejarah.”
- Akhir jaman ini Tuhan akan memberi visi kepada setiap orang percaya (Yoel 2:28; Kisah 2:17).
Marilah kita memiliki visi dan membuat visi itu menjadi kenyataan dalam hidup kita!!!
The Sermon I
CARA MENERIMA VISI DARI TUHAN
Cara mendapat visi hampir sama dengan cara kita mendapat petunjuk dari Tuhan untuk semua hal yang lain. Bisa mendapat petunjuk dari Tuhan adalah sangat penting sekali, karena petunjuk dari Tuhan adalah paling benar dan pasti bisa terjadi. Bisa mendapat petunjuk dari Tuhan adalah kunci keberhasilan yang sangat penting. Bagaimana caranya kita bisa mendapat visi dari Tuhan?
- Mempelajari Firman Tuhan.
- Firman Tuhan adalah petunjuk Tuhan untuk kita.
- Firman –MU pelita bagi hidupku (Maz 119:105).
- Termasuk petunjuk Tuhan untuk seluruh kehidupan kita.
- Contoh: semua ayat yang sudah kita pelajari minggu-minggu yang lalu.
- Kepada Adam (Kejadian 1:28), Abraham (Kejadian 12:1-3), gereja mula-mula (Matius 28:19-20), Yesaya (Yesaya 49:6), Umat Allah (Yesaya 54:2), setiap orang percaya (Yohanes 14:12).
- Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita
- Martin Luther King, Jr.: Kisah 10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
- Christopher Colombus: Yesaya 40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
- Caesar Castelanos: Cara Yesus memuridkan (Matius 9:35-10:1).
- Firman Tuhan adalah petunjuk Tuhan untuk kita.
- Meminta pada Tuhan dalam doa.
- Tuhan sudah memberikan kepada kita visi/petunjuk-NYA secara umum melalui Firman-NYA. Tetapi kita bisa meminta visi / petunjuk Tuhan secara lebih detil melalui doa.
- Contoh: Tuhan berikan visi menjadi orang-orang yang sukses dan melakukan hal-hal yang besar dalam Tuhan, Misalnya: sukses sebagai dokter/suster,ร namun sukses sebagai apa? pengusaha/karyawan, pemimpin/pendukung, dll yang melakukan hal-hal yang besar dalam Tuhan.
- Matius 7:7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu: carilah, maka kamu akan mendapat: ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
- Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya
- Kita juga bisa meminta sesuatu yang belum diberikan oleh Tuhan.
- Yohanes 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
- Contoh: anak meminta yang belum dipikirkan/dijanjikan oleh orang tua.
- Kalau kita sudah meminta tetapi belum menerimanya maka kita jalankan apa yang sudah ada dengan petunjuk yang sudah ditulis dalam Alkitab.
- Karena mungkin belum waktunya, tetapi kalau sudah waktunya Tuhan akan beri tahu detailnya.
- Contoh:
- Tuhan sudah memberikan kepada kita visi/petunjuk-NYA secara umum melalui Firman-NYA. Tetapi kita bisa meminta visi / petunjuk Tuhan secara lebih detil melalui doa.
-
-
-
- Pembangunan gedung gereja yang besar ini : dulu beberapa tahun saya berdoa belum mendapat petunjuk, namun setelah dipandang Tuhan waktunya tiba, maka barulah Tuhan berikan petunjuknya.
- Bertindak melakukan kuasa dan mujizat Tuhan (Markus 16:17).
-
-
- Miliki hati yang murni.
- Abraham diberi visi yang sangat besar karena mempunyai hati yang percaya (Roma 4:18).
- Nuh memiliki hati yang murni maka Tuhan beri visi bangun bahtera yang sangat besar untuk selamatkan dirinya, keluarganya, binatang-binatang yang ditentukan oleh Tuhan dari banjir besar yang mengenggelamkan semuanya dimuka bumi dengan air (Kejadian 6:9; Ibrani 11:7).
- Yusuf memiliki hati yang murni maka Tuhan memberi visi kepada Yusuf untuk menjadi penguasa di Mesir untuk selamatkan Mesir dan keluarganya dari bahaya kelaparan 7 tahun (Kejadian 50:20-21).
- Musa lembut hatinya maka Tuhan beri visi untuk selamatkan umat Allah dari perbudakan di Mesir (Bilangan 12:3).
- Daud melekat hatinya kepada Tuhan maka Tuhan beri visi menjadi raja untuk memimpin umat Allah (1 Samuel 16:7).
- Maria dan Yusuf mempunyai hati yang tulus, maka Tuhan memberi visi untuk menjadi keluarga yang melahirkan Juruselamat dunia (Matius 1:19).
- Gereja Pastor PN memiliki hati yang tulus maka Allah terus memberi visi yang besar.
- Gereja kita selalu berusaha menjaga hati yang murni maka Tuhan terus beri visi yang makin besar!!!
- Mengerti cara Tuhan berbicara kepada umat-NYA.
- Kalau kita tidak mengerti cara Tuhan berbicara kepada umat-NYA maka seringkali kita tidak tahu saat Tuhan memberi petunjuk/visi.
- Tuhan berbicara melalui apa saja?
- Melalui Firman-NYA.
-
-
-
- Firman Tuhan adalah petunjuk dari Tuhan untuk kita manusia.
- Melalui mimpi.
- Yusuf (Kejadian 37:5-9)
- Yakub (Kej 28:10-13)
- Melalui pendengaran.
- Samuel (1 Samuel 3:2-10).
- Melalui penglihatan.
- Musa (Keluaran 3:1-4)
- Maria (Lukas 1:26-27)
- Paulus (Kisah 9:3-5; Kisah 16:9)
- Melalui hamba-NYA.
- Samuel dikirim Allah untuk mengurapi Daud menjadi raja
- Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa untuk memilihnya menjadi nabi.
- Roh Kudus yang berbicara dalam hati kita.
- Paulus (Kisah 16:6).
- Reinhard Bonke saat dapat Visi selamatkan 1 juta orang.
- Kejadian:
- Nehemia (Nehemia 1:2-4)
- Melalui binatang, dll.
-
-
-
-
-
- Yunus ditelan oleh ikan (Yunus 1:17)
-
-
- Menguji apakah itu petunjuk dari Tuhan.
- Tuhan perintahkan kita menguji sebab kalau tidak diuji kita bisa keliru.
-
-
- 1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah: sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
- Yeremia 14:14-15.
- Ada suara dari Tuhan, setan, daging, dunia.
- Cara kita menguji:
-
-
-
- Apakah sesuai dengan Firman Tuhan.
- Diuji dengan hati.
-
-
-
-
- Adakah kemantapan dan kedamaian dari Tuhan dalam hati kita.
- Diuji dengan waktu.
- Kalau dari Tuhan makin lama akan makin kuat dan mantap.
- Kalau dari perasaan diri kita sendiri, akan mudah goyah.
- Diuji dengan buah /hasil (Matius 12:33).
- Buah pertobatan, buah roh, buah perbuatan, buah pelayanan.
- Ditanyakan kepada hamba Tuhan yang hidupnya dekat dengan Tuhan dan mempunyai karakter Illahi.
-
-
- Berani menerima dengan iman.
- Kalau kita sudah mempelajari Firman Tuhan, meminta dalam doa, memiliki hati yang murni, mengerti cara Tuhan berbicara dan mengujinya dengan Firman Tuhan, maka kita harus berani menerimanya dengan iman
- Karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1).
- Sekalipun tidak sesuai /tidak masuk akal tetapi kita harus menerimanya dengan iman.
-
-
- Ester harus menerima dengan iman visi yang Tuhan berikan melalui Mordekhai sekalipun tidak sesuai dengan keinginannya dan tidak masuk akal !!!
- Maria dan Yusuf harus menerima visi dari Tuhan dengan iman sekalipun itu sangat resiko dan tidak masuk akal.
-
Milikilah Visi yang dari Tuhan dan perjuangkanlah dengan petunjuk Tuhan, maka kita pasti akan berhasil mencapai visi yang sangat berharga dari Tuhan .
Christian’s contemplation
PENGAMPUNAN UNTUK KESEHATAN
Kata “ampun” diartikan memaafkan, melupakan. Hubungan kita dengan orang lain dipulihkan apabila kita meminta maaf. Pengampunan bukan diberikan atas sebab orang itu berhak untuk dimaafkan, namun satu tindakan kasih, belas kasihan dan rahmat.
Ada pengalaman gw tentang pengampunan, waktu itu gw mau ikutan seminar di gereja tentang roh, dalam perjalanan ke gereja, ada perasaan gelisah yang gw alami, karena gw belum bisa mengampuni seseorang, gw punya tekat ‘Tuhan sebelum masuk gereja gw harus bisa mengampuni dia’ karena gw punya pikiran datang ke gereja, tempat yang kudus, dengan niat yang baik pula. Anehnya dalam seminar tersebut, seorang pengajar mengatakan ‘kalau kita mau terima Roh Kudus dan Ia bisa tinggal dalam diri kita, kita harus bisa mengampuni’. Gw tersentak kaget, sepertinya Tuhan sendiri yang bicara, dari kata2 tersebut gw mendapat peneguhan dan penguatan. Kasih dan penyertaan Tuhan pada diri gw sungguh luar biasa.
Satu hal lain yang menarik, pengajar tersebut bercerita, pada saat ia mendoakan seseorang yang ingin melakukan pengampunan, ia tumpang tangan sambil memegang punggung orang tersebut. Pada saat orang tersebut bisa mengampuni, pengajar/pendoa tersebut merasakan aliran darah mengalir kencang pada pembuluh darah dipunggungnya, jadi yang sebelumnya tidak lancar atau tersumbat, sekarang bisa mengalir kencang….wah, sebuah fenomena yang aneh dan menarik. Mendengar cerita tersebut, gw berfikir, banyak orang ketika belum mengampuni, hidupnya terbeban berat, kepahitan dan kemarahan, seperti sebuah penyakit yang mengerogoti dari dalam, kadang bisa terdeteksi karena berbah jadi penyakit, tapi banyak juga yang tidak terdeteksi.
Ada banyak tingkatan ketika kita mengampuni seseorang, tingkatan tertinggi adalah karena iman, Tuhan telah mengampuni kita, kita berbuat hal yang sama dengan mengampuni orang lain. Pengampunan yang kita berikan haruslah tanpa batas, sama seperti pengampunan Tuhan yang tanpa batas (Lukas 17:3-4). Kita tidak dapat membayarnya, karena kita bisa menerimanya hanya dengan iman, melalui rahmat dan belas kasihNya. Ada juga karena ia sudah lelah dan tidak mau memikirkan orang tersebut. Untuk gw secara pribadi, yang baru belajar cara mengampuni, gw melihat dengan mengampuni gw merasakan kelegaan, dan ternyata itu baik buat kesehatan gw, karena fungsi-fungsi bagian tubuh gw kembali normal, he..he..tp gw yakin suatu saat gw bisa mengampuni karena iman….
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9).
Posting By : Christian Sandy (thx for ur support)
Christian Said :
“Milikilah kasih untuk mengerjakan visi Tuhan”
Sudahkah kita membuka pintu hati kita untuk Tuhan?
Bisa saja dlm keseharian kita orang yg tekun beribadah, giat pelayanan, tetapi sudahkah Yesus dipersilahkan masuk dalam hati kita ? Jangan-jangan kita hanyalah seorang Kristen rutinitas ? Kristen yang hanya menjalankan kewajibannya semata-mata ?
Kita membereskan rumah, membersihkan, menyapu dan mengepel lantai, menyiapkan makan malam untuk Tamu Yang Spesial itu… dengan segala kepintaran dan kecerdikan kita… ternyata kita lupa mempersilahkan Dia masuk…padahal Dia sudah lama berdiri di muka pintu… Kita anggap kita sudah melakukan semua yang baik dan benar di hadapan-Nya… tetapi Tuhan akan terus menyelidiki hati dan pikiran kita…
Tuhan sedang melihat buah kita, buah dari doa kita dlm kehidupan sehari-hari, ditengah keluarga sudahkah kita menjadi berkat bagi keluarga kita sdr, buah dari kegiatan mengereja kita, sudahkan kita punya motivasi yang benar dalam pelayanan, dan masih banyak lagi.
Visi adalah proses perjuangan dan pengorbanan
Yesus adalah motivasi dari visi kita namun Ia juga punya visi, demi keselamatan umat manusia Yesus rela menyerahkan nyawaNya bagi kita ? oleh visi Tuhan inilah maka Ia tidak ragu untuk mati di atas kayu salib sekalipun IA harus melewati berbagai siksaan dan penderitaan.
Demikian juga dengan visi kita, ada harga yang harus dibayar untuk mengenapi itu, kadang kerinduan kita besar sekali, sampe kita menginginkan visi itu cepat tergenapi…
Visi itu adalah sebuah proses sehingga dalam proses Tuhan membentuk jiwa dan karakter kita hingga kita siap menerima visi tersebut, kita tidak bisa berharap pada seseoarang yang mempunyai visi sama atau yang kita anggap visinya sudah tergenapi sehingga dapat membantu visi kita cepat tergenapi, setiap orang harus melalui prosesnya sendiri-sendiri, kadang prosesnya harus memutar dulu, yang diperlukan hanyalah kesetiaan dalam komitmen kita dan pengharapan pada Nya…..
Marilah kita berbuat kasih kepada semua orang
Banyak jiwa menangis sedang menantikan keselamatan, melihat ini harusnya kita terpanggil dan tergerak oleh belas kasihan, jadikan itu beban kita untuk menyaksikan keselamatan dengan mambawa jiwa-jiwa yang terhilang datang kepada Tuhan.
Mulailah dengan orang-orang terdekat kita, apakah selama ini kita peduli kepada orang-orang sekitar kita, keluarga, teman-teman, tetangga……
Berlomba-lombalah menjadi berkat bagi sesama, bukan mencari berkat, karena Tuhan telah perhitungkan segala sesuatunya dan akan ditambahkanNya.
Itu sebabnya, langkah awal untuk mengerjakan visi Tuhan adalah : lengkapi diri kita dengan kasih. Sebab tanpa kasih mustahil kita bisa mengerjakan visi Tuhan.
Peperangan Rohani
Rabu, 21 April 2010
Filipi 6:11-17
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
Permainan ini saya rancang saat kami ada dalam peperangan, ya setiap hari adalah peperangan rohani yang nyata dan harus kita menangkan. Sayangnya begitu banyak anak Tuhan tidak menanggapi peperangan rohani yang sedang mereka hadapi dan akhirnya tidak mempersiapkan diri dengan baik, contohnya; tidak memakai selengkap senjata Allah, menganggap enteng musuh, tidak berjaga-jaga dalam doa, dan lain sebagainya. Semoga dengan permainan ini dapat membukakan mata kita dan kelompok komunitas dimana anda berada untuk makin memahami bahayanya peperangan rohani.
Cara bermain : Siapkan kelompok permainan, jumlah anggota terserah, bisa disesuaikan dengan jumlah yang datang dalam komsel atau persekutuan/gereja. Biasanya akan seru jika satu kelompok lebih dari 5-10 orang.
1. Bentuk 6 kelompok. Beritahukan kepada mereka bahwa mereka ada dalam sebuah peperangan dimana musuh mereka adalah kelompok yang lainnya. Mereka sedang memakai senjata Allah (suruh mereka hafalkan sebagai tentara Allah yang baik), tetapi ada satu celah senjata yang tidak mereka pakai dalam peperangan dan ini sangat bahaya, karena musuh akan mengincar celah itu dan mengambil kekuatan kita(anggota kita).
2. Beritahukan pada mereka, celah masing2 kelompok, contoh: kelompok 1 celahnya di ikat pinggang (artinya kelompok 1 tidak memakai ikat pinggang), kelompok 2 tidak memakai baju zirah, kelompok 3 tidak memakai kasut di kaki, kelompok 4 tidak memakai perisai di tangan kiri, kelompok 5 tidak memakai pedang di tangan kanan, dan kelompok 6 tidak memakai ketopong keselamatan di kepalanya, ini adalah celah-celah mereka yang akan diincar musuh.
3. Masing-masing kelompok akan berunding dan membentuk strategi untuk saling melindungi celah mereka (ada yang melingkar, berbaris, tangan disembunyikan, kaki disembunyikan dll), biarkan mereka mengatur strategi pertahanan mereka dan berikan aba-aba untuk mulai peperangan. Akan sangat baik jika tempat bermain luas sehingga akan leluasa bergerak. Satu hal lagi, masing-masing kelompok tidak boleh berpencar dengan kelompoknya. Satu sisi mereka harus bertahan, satu sisi mereka juga harus menyerang kelompok yang lain sesuai dengan celah mereka masing-masing
4. Cara mengalahkan musuh adalah dengan memegang bagian yang merupakan celah dalam kelompok mereka, contohnya kelompok 2 yang tidak memakai baju zirah akan dipegang punggung (jangan dada) oleh musuh, dan orang yang dipegang akan gugur keluar dari kelompok, demikian seterusnya sampai terakhir ada kelompok-kelompok yang sanggup bertahan dengan baik dan dapat menyerang musuh dengan baik, itulah yang akan menang, yaitu jumlah kelompok tidak berkurang dan dapat memegang paling banyak anggota kelompok lain.
Mudah kan? Tanpa biaya, seru dan bermakna! Selamat mencoba, semoga kita semua dapat menjaga pertahanan kita agar tidak mudah dikalahkan oleh musuh kita, Gbu! Keep on Fire!
Scene 1N : Dia Tuhan yang menyentuh hati kita, selalu menemani kita, ada untuk kita, setia pada kita….sedangkan siapa yang dapat menyentuh dan menjamah hatiNya? Siapa yang melekat erat di hatiNya?………
(Datang Maria dan Marta ke panggung)
Marta : Aku akan membeli sayur-sayuran untuk Tuhan hari ini, dan aku akan memasak “Fuyunghai lidah naga
untuk Yesus
Maria : Kenapa lidah naga?
Marta : karena kita akan menghajar naga iblis, makanya kita masak aja lidahnya!
Maria : Ha?? (kaget)
Marta : he he bercanda kok
Maria: okeylah…aku pergi dulu aku dah sangat kepingin denger ajaranNya..
Marta : Ah, kamu..selalu aja begitu ..Bantu ak donk masakin untuk Yesus!!
Maria : Tapi aku lebih suka didekatNya…ajaranNya sangat menyentuh hatiku dan Dia juga telah mengubah
hidupnya
(Maria pergi meninggalkan Maria)
Manusia selalu memiliki keinginan walaupun ternyata keinginan berbeda dengan kebutuhan, dan kebutuhan yang kita anggap sebagai kebutuhanpun, ternyata bisa juga berbeda dengan yang dianggap Tuhan sebagai kebutuhan. Wah, rumit sekali!. Memang benar, hati dan segala keinginannya begitu rumit dan misterius. Ada satu sisi menginginkan rencana Tuhan, ada juga sisi hati yang menolaknya, ada satu sisi yang bersukacita, ada juga yang berduka.
Bolehkah kita menginginkan sesuatu? Tentu saja boleh. Tetapi keinginan kita kadang mencelakakan kita dan membuat kita menjauh dari Tuhan. Bukankah Tuhan yang lebih mengetahuinya daripada kita?
ORANG-ORANG DILUAR BATAS
Mari kita bongkar kedalaman hati kita masing-masing. Tuhan membutuhkan kita sebagai generasi terakhir yang dipilih-Nya. Berulang kali, saya tekankan kepada semua jemaat Tuhan, jika kita memiliki keinginan, pola pikir yang sama seperti generasi yang sebelumnya, atau kebanyakan orang pada umumnya, lalu apa bedanya kita dengan mereka? Sedangkan Tuhan mencari orang-orang yang akan dipakai-Nya, yang mencintai-Nya dengan seluruh dirinya, yang rela melayani-Nya daripada melayani dunia, yang menyerahkan seluruhnya bagi Kerajaan-Nya. Siapakah orang seperti itu? Kelihatannya mustahil ada orang-orang seperti yang Tuhan mau. Standar Tuhan untuk generasi ini sangat tinggi, bukan?
Melakukan kehendak Tuhan, ternyata bukan hanya bicara masalah pelayanan yang banyak kita lakukan, atau sesuatu pekerjaan yang terlihat nyata. Ada begitu banyak hal yang dianggap Tuhan sebagai kehendak-Nya untuk kita lakukan, terutama berurusan dengan masalah hati kita. Apakah hati kita rela menerima semua kehendak-Nya? Apakah kita memiliki hati yang cukup lembut untuk dinasehati oleh-Nya dan mengalami perubahan? Apakah kita mau melepas prinsip-prinsip pribadi yang dibentuk dari masa lalu kita dan mengenakan prinsip kebenaran? Melakukan kehendak Tuhan adalah masalah hati, bukan hasil yang kita buat. Inilah yang kadang sulit kita lakukan, secara kasat mata kita tetap bekerja, melayani dan melakukan aktivitas, tetapi hati kita selalu bertanya “ mengapa Tuhan? Kau tidak adil, Kau merampas kebahagiaanku, Kau tidak mengasihi aku?” apakah kita sering mengeluh dan berpikiran demikian? Mari merenungkan kehidupan ini bersama saya yang juga sering melakukan itu kepada Tuhan…..
Apakah manusia sehingga Dia mengindahkannya?
Siapakah kita sehingga Dia begitu mencintai dan menginginkan seluruhnya dari kita?
Siapakah manusia yang terbatas, diantara semua ciptaan dan semesta?
Siapakah manusia fana sehingga dia dapat menilai kebaikan Sang pencipta?
Siapakah dia sehingga dapat menilai keadilan Tuhan yang Maha Kuasa?
Bolehkah kita menginginkan sesuatu? Tentu saja boleh. Tetapi keinginan kita kadang mencelakakan kita dan membuat kita menjauh dari Tuhan. Bukankah Tuhan yang lebih mengetahuinya daripada kita?
ORANG-ORANG DILUAR BATAS
Mari kita bongkar kedalaman hati kita masing-masing. Tuhan membutuhkan kita sebagai generasi terakhir yang dipilih-Nya. Berulang kali, saya tekankan kepada semua jemaat Tuhan, jika kita memiliki keinginan, pola pikir yang sama seperti generasi yang sebelumnya, atau kebanyakan orang pada umumnya, lalu apa bedanya kita dengan mereka? Sedangkan Tuhan mencari orang-orang yang akan dipakai-Nya, yang mencintai-Nya dengan seluruh dirinya, yang rela melayani-Nya daripada melayani dunia, yang menyerahkan seluruhnya bagi Kerajaan-Nya. Siapakah orang seperti itu? Kelihatannya mustahil ada orang-orang seperti yang Tuhan mau. Standar Tuhan untuk generasi ini sangat tinggi, bukan?
Melakukan kehendak Tuhan, ternyata bukan hanya bicara masalah pelayanan yang banyak kita lakukan, atau sesuatu pekerjaan yang terlihat nyata. Ada begitu banyak hal yang dianggap Tuhan sebagai kehendak-Nya untuk kita lakukan, terutama berurusan dengan masalah hati kita. Apakah hati kita rela menerima semua kehendak-Nya? Apakah kita memiliki hati yang cukup lembut untuk dinasehati oleh-Nya dan mengalami perubahan? Apakah kita mau melepas prinsip-prinsip pribadi yang dibentuk dari masa lalu kita dan mengenakan prinsip kebenaran? Melakukan kehendak Tuhan adalah masalah hati, bukan hasil yang kita buat. Inilah yang kadang sulit kita lakukan, secara kasat mata kita tetap bekerja, melayani dan melakukan aktivitas, tetapi hati kita selalu bertanya “ mengapa Tuhan? Kau tidak adil, Kau merampas kebahagiaanku, Kau tidak mengasihi aku?” apakah kita sering mengeluh dan berpikiran demikian? Mari merenungkan kehidupan ini bersama saya yang juga sering melakukan itu kepada Tuhan…..
Apakah manusia sehingga Dia mengindahkannya?
Siapakah kita sehingga Dia begitu mencintai dan menginginkan seluruhnya dari kita?
Siapakah manusia yang terbatas, diantara semua ciptaan dan semesta?
Siapakah manusia fana sehingga dia dapat menilai kebaikan Sang pencipta?
Siapakah dia sehingga dapat menilai keadilan Tuhan yang Maha Kuasa?
“Ayo, hadapilah raksasamu dengan gagah berani! Jangan takut Tuhan besertamu!” Seru seorang kakak pembimbing rohani kepada anak rohaninya.
Raksasa tampaknya menakutkan. Gambaran ini kita peroleh dari kecil berkenaan dengan cerita-cerita dan dongeng “ Buto Ijo dan Timun Mas” yaitu kisah Raksasa yang mengejar seorang gadis sampai gadis itupun lolos dengan bantuan benda-benda ajaibnya. Kisah-kisah mengerikan di kartun-kartun anak yang seolah kita begitu terpuruk dan kecil, sedang berhadapan dengan lawan yang tak sebanding. Kisah Alkitabpun tak mau kalah, Kisah Daud yang sangat muda dan kecil melawan raksasa bernama Goliat, salah satu tentara terbaik Filistin yang tak pernah kalah dalam peperangan. Hal ini tidak menciutkan hati Daud untuk melawan raksasa itu. Karena walaupun dia kecil dan muda, dia sesungguhkan telah memiliki roh yang raksasa.
Saul adalah Raja pertama di Israel, tetapi dia bukanlah raja yang dipilih oleh hati Allah sendiri. Karena desakan bangsa Israel yang ingin memiliki raja sendiri seperti bangsa-bangsa lain, tidak puas dipimpin oleh Allah sendiri dan malaikat-Nya, mereka butuh bukti. Mereka butuh seseorang pemimpin yang dapat dilihat dan diteladani. Terpilihlah Saul. Namun demikian, Saul tidak memiliki roh yang raksasa di hadapan Allah. Dia seorang pengecut dan penakut. Terbukti dalam 1 Samuel 10:22, pada waktu pemilihan sang Raja Israel, dia bersembunyi di antara barang-barang. Tetapi setelah pentahbisan yang dilakukan oleh Nabi Samuel, diapun dipenuhi Roh Allah dan Roh Kudus menguasai dia. Dia mendapatkan jubah dan urapan, tidak peduli bagaimana karakternya, dia tetap sudah diurapi. Oleh sebab itu Daud sangat menghormatinya karena Daud menghormati Allah yang telah mengurapi Saul.
Inilah yang kadang menjadi pertentangan dan batu sandungan banyak anak Tuhan di akhir zaman ini. “Kak, mengapa hamba Tuhan itu masih dipakai Tuhan saat dia sudah jatuh dalam dosa? Mengapa dia masih bisa menyembuhkan orang sakit? “ jawabannya adalah urapan itu masih boleh ada padanya, karunia itu mungkin tidak dicabut. Tetapi Allah tidak dapat menyangkal nama-Nya sendiri saat nama-Nya diberitakan dan dibawa oleh hamba-hamba Tuhan tersebut. Pengurapan dan karunia seringkali tidak berhubungan dengan karakter dan hati anda.
Kembali ke Daud, berbeda dengan Daud. Daud diurapi Allah lwat Samuel, tetapi dia juga memiliki roh yang raksasa, roh yang berani, bukan penakut. Dia memiliki hati yang tulus dan murni di hadapan Allah, yang membuat Bapa di Sorga begitu terpikat dengannya, begitu mengasihi dan mengangkatnya..
Pernahkah anda merasakan sangat lemah? Bagaimana agar kita bangkit kembali?
Jangan tunggu hamba Tuhan datang dan menumpangi tangan kepala anda! Tidak usah menunggu KKR atau Retreat dimana api kita dibangkitkan kembali! Mengapakah kita selalu ada dalam lingkaran iblis dan kedagingan seperti ini? Bukankah kita adalah pemenang dan kitapun dapat memutuskan untuk bangkit atau kalah. Itu semua tergantung pada anda.
Tuhanpun memberikan kesempatan buat Saul untuk memimpin dan menggunakan pengurapan-Nya, tetapi akhirnya Saul tidak taat., tidak taat, dan tidak taat. Tuhan memberikan kesempatan buat kita untuk memiliki roh yang kuat dan raksasa dengan hubungan yang bertumbuh dengan Kristus, dengan persekutuan kita dengan orang percaya lainnya. Semua akan membuat kita bertumbuh. Tuhan juga melatih iman, pengharapan kita agar semakin kuat.
Untuk bertumbuh, kita butuh makanan yang sehat secara roh
Untuk kuat, kita butuh latihan yang banyak
Saul diberikan kesempatan itu tetapi dia gagal dan gagal lagi, tidak mengindahkan kasih karunia Tuhan. Berbeda dengan Daud, dia bertumbuh dengan hati nurani yang murni dan dia kuat lewat latihan yang Tuhan berikan. Dia melawan singa dan binatang buas saat menjagai domba ayahnya, dia menjadi gembala yang hebat dan semuanya itu ternyata adalah latihan buat Daud.
Seringkali cara Allah melatih kita untuk kuat, tidak seperti cara yang kita pikirkan. Kita mungkin beranggapan bahwa agar Daud kuat dan dapay melawan raksasa, atau Goliat, maka dia harus dilatih ddalam persenjataan, dalam ilmu perang dan kekuatan fisik yang mendukung. Tetapi tidak dengan cara Raja kita yang luar biasa. Dia seringkali melatih kita di tempat-tempat yang bahkan tidak sesuai menurut pikiran kita.
Setelah saya lulus dari bangku kuliah, saya memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan dan menjadi fultimer. Sejak awal saya berpikir menjadi fultimer harus begini, harus begitu, dibekali ini, dan itu. Tetapi yang terjadi, adalah Tuhan membawa saya melewati masa-masa yang cukup sulit dan “tidak nyambung” menurut saya dengan visi pribadi saya yang saya yakin itu dari Tuhan. Saya masih ingat saat saya ditanya pemimpin saya “ Apa panggilanmu?” saya hanya bisa menjawab “Menjadi hamba Tuhan, tetapi hamba Tuhan seperti apa…saya belum tahu” Hanya gambaran yang sangat kasar yang saya miliki tetapi saya mau berjalan dalam ketaatan atas jalan-jalan yang tidak saya mengerti waktu itu.
Daudpun berjalan dalam gambaran kasar ini. Dia tidak pernah tahu hukum perang, dia bukan seorang tentara pada mulanya, hanya anak bungsu dan menjadi gembala di padang-padang, sambil menyanyi bagi Tuhan. Kesederhanaan Daud membuatnya memiliki roh yang kuat sehingga dapat melawan raksasanya.
Apa raksasa anda?
Mungkin saat anda berdoa, anda akan melihat gambaran yang mirip dengan anda sendiri, mungkin diri anda sendirilah musuh anda yang perlu anda taklukkan
Ada yang melihat gambaran seorang pria atau wanita sebayanya..mungkin itu berbicara tentang pasangan hidup yang menjadi raksasa kita. Kita tidak pernah akan menemukan pasangan yang tepat sebelum kita menaklukkan area hati kita tentang pasangan.
Ada juga yang melihat gambaran orang tuanya, saudara yang menyakitinya dan lain sebagainya..
Untuk melawan dan menjadi pemenang, anda harus mengimbangi kekuatan anda dengan raksasa itu. Tahukah anda bahwa Roh yang ada di dalam kita jauh lebih besar dari roh yang ada dalam dunia? (1 Yoh 4:4)
Mengapa anda berpikir bahwa anda kecil dan lemah?
Mengapa anda tidak berpikir bahwa anda haruslah menjadi raksasa juga secara roh?
Kumpulkan kekuatan anda saat anda merasa lemah. Kenali diri anda untuk dapat menghindari penderitaan yang tak perlu dan dapat bangkit dengan kasih-Nya.
Dalam kesedihan aku berpaling…
Mencari apa yang terbaik terjadi dalam diriku!
Aku bertanya kepada diriku, sudahkah aku mempersembahkan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan?
Sudahkah aku dibentuk dan dipersiapkan untuk menerima semua janji-Nya?
Dalam keheningan aku tertunduk sedih, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam diriku lalu aku berkata pada diriku “ Bukankah aku sudah melakukan berbagai macam pelayanan untuk kemuliaan-Mu, Tuhan?”
“ Bukankah Aku sudah mengasihi dan menjaga sahabat-sahabatku untuk tetap tinggal di dalam Tuhan? Lalu mengapa masih ada sesuatu yang hilang dalam diriku?”
Aku bertanya sekali lagi kepada diriku, mengapa? Apa sebabnya?
Tetapi ada suatu suara lembut yang berkata pada-Ku:
Bukankah pelayananmu yang Kurindukan setiap hari melainkan kehadiranmu disisi-Ku lewat doamu, lewat persekutuanmu secara pribadi dengan-Ku. Sebab bagaimana engkau mengenal Aku secara pribadi jika engkau jarang bersekutu dengan Aku? Lalu jika engkau tidak mengenal Aku secara pribadi bagaimana bisa engkau mengetahui rencana-Ku? Seab jika engkau mengasihi Aku maka engkau akan melakukan perkara besar untuk kemuliaan-Ku bukan untuk semarakmu..Dan kasih terhadap terhadap sahabatmu itulah yang kukehendaki sebab terkadang engkau terlalu ingin membentuk sahabat-sahabatmu dengan caramu sendiri bukan dengan bentukan-Ku dan yang kau katakana menjaga sahabatmu ternyata menguasai semua aspek kehidupan sahabatmu..sayang engkau terlalu mengasihi dirimu sendiri bukan mengasihi mereka, sahabat-sahabatmu.
Sekali lagi Kukatakan : Aku mengenal hatimu! Dan ini yang Kuperintahkan kepadamu : Berhentilah mengerjakan yang bukan bagianmu ! itu adalah bagian-Ku! Tetapi kadang kau jadikan pelayananmu sebagai sumber kepuasanmu untuk memenuhi kebutuhanmu untuk dihargai, sumber pemenuhan atas perasaan kesepianmu..bukankah Aku Allah yang menjagamu dan mengenalmu dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Ku. Engkau berkata bahwa engkau kesepian lalu kau mencari kepuasan lewat apa yang kau sebut “pelayanan”. Bukankah Aku, Allah yang setia mendengar keluh eksahmu. Bukankah Aku, Allah yang senantiasa membimbingmu?
Kenali Aku secara pribadi sebab rancangan-Ku atasmu mengenai masa depanmu sungguh ajaib dan besar. Aku sangat merindukanmu..Anak-Ku…Aku rindu kau bermain dan menari di pelataran rumah-Ku. Aku rindu kau mengatakan : “ Bapa, aku sangat mengasihi-Mu!” Aku begitu merindukan seperti Induk Ayam yang rindu mengumpulkan anak-anaknya dalam naungan sayapnya. Aku merindukan kata-kata aksihmu yang mengatakan bahwa Aku adalah cinta pertamamu..Aku merindukan pelayananmu sebagai pernyataan kasihmu kepada-Ku, sebagai persembahan yang berbau harum bagi-Ku yang semua itu dapat kau lakukan jika mengenal-Ku secara pribadi! Aku..akan segera datang dan persiapkanlah dirimu untuk melihat kemuliaan-Ku dan semarak-Ku..
Setelah suara lembut itu berhenti menegur dan menguatkanku, aku hanya bisa menangis dan berkata : “Engkau mengenal hatiku ya Bapa..jadikan aku sesuai kehendak-Mu!” Datanglah segera ya Bapa..Aku sangat menantikan-Mu!”
Mencari apa yang terbaik terjadi dalam diriku!
Aku bertanya kepada diriku, sudahkah aku mempersembahkan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan?
Sudahkah aku dibentuk dan dipersiapkan untuk menerima semua janji-Nya?
Dalam keheningan aku tertunduk sedih, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam diriku lalu aku berkata pada diriku “ Bukankah aku sudah melakukan berbagai macam pelayanan untuk kemuliaan-Mu, Tuhan?”
“ Bukankah Aku sudah mengasihi dan menjaga sahabat-sahabatku untuk tetap tinggal di dalam Tuhan? Lalu mengapa masih ada sesuatu yang hilang dalam diriku?”
Aku bertanya sekali lagi kepada diriku, mengapa? Apa sebabnya?
Tetapi ada suatu suara lembut yang berkata pada-Ku:
Bukankah pelayananmu yang Kurindukan setiap hari melainkan kehadiranmu disisi-Ku lewat doamu, lewat persekutuanmu secara pribadi dengan-Ku. Sebab bagaimana engkau mengenal Aku secara pribadi jika engkau jarang bersekutu dengan Aku? Lalu jika engkau tidak mengenal Aku secara pribadi bagaimana bisa engkau mengetahui rencana-Ku? Seab jika engkau mengasihi Aku maka engkau akan melakukan perkara besar untuk kemuliaan-Ku bukan untuk semarakmu..Dan kasih terhadap terhadap sahabatmu itulah yang kukehendaki sebab terkadang engkau terlalu ingin membentuk sahabat-sahabatmu dengan caramu sendiri bukan dengan bentukan-Ku dan yang kau katakana menjaga sahabatmu ternyata menguasai semua aspek kehidupan sahabatmu..sayang engkau terlalu mengasihi dirimu sendiri bukan mengasihi mereka, sahabat-sahabatmu.
Sekali lagi Kukatakan : Aku mengenal hatimu! Dan ini yang Kuperintahkan kepadamu : Berhentilah mengerjakan yang bukan bagianmu ! itu adalah bagian-Ku! Tetapi kadang kau jadikan pelayananmu sebagai sumber kepuasanmu untuk memenuhi kebutuhanmu untuk dihargai, sumber pemenuhan atas perasaan kesepianmu..bukankah Aku Allah yang menjagamu dan mengenalmu dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Ku. Engkau berkata bahwa engkau kesepian lalu kau mencari kepuasan lewat apa yang kau sebut “pelayanan”. Bukankah Aku, Allah yang setia mendengar keluh eksahmu. Bukankah Aku, Allah yang senantiasa membimbingmu?
Kenali Aku secara pribadi sebab rancangan-Ku atasmu mengenai masa depanmu sungguh ajaib dan besar. Aku sangat merindukanmu..Anak-Ku…Aku rindu kau bermain dan menari di pelataran rumah-Ku. Aku rindu kau mengatakan : “ Bapa, aku sangat mengasihi-Mu!” Aku begitu merindukan seperti Induk Ayam yang rindu mengumpulkan anak-anaknya dalam naungan sayapnya. Aku merindukan kata-kata aksihmu yang mengatakan bahwa Aku adalah cinta pertamamu..Aku merindukan pelayananmu sebagai pernyataan kasihmu kepada-Ku, sebagai persembahan yang berbau harum bagi-Ku yang semua itu dapat kau lakukan jika mengenal-Ku secara pribadi! Aku..akan segera datang dan persiapkanlah dirimu untuk melihat kemuliaan-Ku dan semarak-Ku..
Setelah suara lembut itu berhenti menegur dan menguatkanku, aku hanya bisa menangis dan berkata : “Engkau mengenal hatiku ya Bapa..jadikan aku sesuai kehendak-Mu!” Datanglah segera ya Bapa..Aku sangat menantikan-Mu!”
By
DHS
Adalah baik untuk belajar mendengar Firman Tuhan, akan tetapi jauh lebih baik apabila Firman itu menjadi sebuah kehidupan dan kegemaran..waktu demi waktu. Terkadang dalam menjalankannya kita gagal, kita mulai bimbang, kita mulai ragu, kita mulai putus asa. Tetapi ada satu hal yang harus kita renungkan, tanpa kegagalan kita tidak mungkin mengharapkan keberhasilan dan dari pengharapan akan janji-Nya maka akan terbentang sebuah iman, dimana semakin kita berolah kegagalan, semakin bertumbuh iman kita dan ingatlah tanpa iman semua sia-sia…
Ketika kita memikirkan dan merenungkan sebuah puisi cinta dan kedalaman arti dan semangat yang membara dari puisi itu, adalah baik untuk belajar menjadi pena yang membuatnya, dimana kamu tahu ketaatan dari pena untuk digerakkan oleh-Nya. Dan dari ketaatan timbullah kesabaran dan dari kesabaran timbul kesetiaan yang merupakan dasar dari kasih yang sejati. Adalah baik jika saya belajar menjadi pena-Mu yang Kau gerakkan untuk membentuk puisi cinta untuk Kekasihku di Sorga, untuk orang tua, untuk sahabatku, dan untuk pendampingmu kelak.
Ketika saya berada dalam keadaan dimana segala sesuatu tampak memusuhi dan tidak mendukung saya, dimana puncak kesesakan menjadi butiran-butiran air mata, adalah baik bagi saya untuk berdiam diri, sebab dalam berdiam diri dan tinggal tenang berarti saya berserah dan membiarkan kasih-Mu memenuhi aku dan menghangatkan jiwa yang lara kemudian menjadi sebuah kekuatan yang maha dasyat untuk berdoa, dan adalah baik untuk mengetahui dari penyerahan timbul kekuatan doa dan kekuatan doa menggerakkan Tangan Allah untuk bekerja.
Ketika aku berada dalam tanduk yang Kau tinggikan, urapan yang Kau curahkan begitu melimpah, karunia hikmat yang Kau bukakan. Adalah baik mengetahui bahwa tanpa Engkau semuanya tidak mempunyai arti, tanpa Engkau semuanya menjadi sia-sia. Dan adalah terlebih baik aku semakin kecil dan Engkau semakin besar dan tak satupun kemuliaan-Mu yang tercuri.
Ketika aku berada dalam suatu penantian menunggu seseorang masuk dalam kehidupanku, dimana aku mengasihi dia dan dia mengasihi aku, dimana visi dan misi saling tertopang dan terkuatkan satu sama lain. Adalah baik aku belajar taat dan setia tentang semua yang sudah Kau berikan kepadaku dan adalah baik untuk percaya, bahwa Engkau tak pernah memberi ular kepada orang yang meminta roti.
Adalah baik bila saya mendapat sahabat, anak-anak, rekan dalam pelayanan saya sebab dari sanalah saya belajar mencintai “anak-anak”, rekan-rekan saya dalam pelayanan secara murni dan tanpa mengingini, akan tetapi belajar memberi yang terbaik yang saya miliki kepada mereka tanpa syarat dan dari sanalah saya belajar dan menjalankan hati seorang bapa, hati yang termulia..
Dan untuk “anak-anak”, rekan-rekan sepelayanan, aku mengucap syukur karena mereka adalah salah satu dari beberapa pemberian-Mu yang terbaik untukku sebab dalam diri mereka aku melihat kasih, dan dalam kasih, aku melihat Sorga.
Adalah yang terbaik Kau berikan orang tua dan adik-adikku, dimana lewat mereka aku mengenal kasih-Mu. Terima kasih Tuhan. Dan adalah yang terbaik, belajar memberikan yang terbaik, belajar taat, belajar setia, belajar melakukan setiap Firman-Mu yang tertulis di loh hatiku. Setiap kali aku sadar betapa kasih-Mu yang mengijinkan aku terlahir di dunia dan mengalami semua ini..
Ketika kita memikirkan dan merenungkan sebuah puisi cinta dan kedalaman arti dan semangat yang membara dari puisi itu, adalah baik untuk belajar menjadi pena yang membuatnya, dimana kamu tahu ketaatan dari pena untuk digerakkan oleh-Nya. Dan dari ketaatan timbullah kesabaran dan dari kesabaran timbul kesetiaan yang merupakan dasar dari kasih yang sejati. Adalah baik jika saya belajar menjadi pena-Mu yang Kau gerakkan untuk membentuk puisi cinta untuk Kekasihku di Sorga, untuk orang tua, untuk sahabatku, dan untuk pendampingmu kelak.
Ketika saya berada dalam keadaan dimana segala sesuatu tampak memusuhi dan tidak mendukung saya, dimana puncak kesesakan menjadi butiran-butiran air mata, adalah baik bagi saya untuk berdiam diri, sebab dalam berdiam diri dan tinggal tenang berarti saya berserah dan membiarkan kasih-Mu memenuhi aku dan menghangatkan jiwa yang lara kemudian menjadi sebuah kekuatan yang maha dasyat untuk berdoa, dan adalah baik untuk mengetahui dari penyerahan timbul kekuatan doa dan kekuatan doa menggerakkan Tangan Allah untuk bekerja.
Ketika aku berada dalam tanduk yang Kau tinggikan, urapan yang Kau curahkan begitu melimpah, karunia hikmat yang Kau bukakan. Adalah baik mengetahui bahwa tanpa Engkau semuanya tidak mempunyai arti, tanpa Engkau semuanya menjadi sia-sia. Dan adalah terlebih baik aku semakin kecil dan Engkau semakin besar dan tak satupun kemuliaan-Mu yang tercuri.
Ketika aku berada dalam suatu penantian menunggu seseorang masuk dalam kehidupanku, dimana aku mengasihi dia dan dia mengasihi aku, dimana visi dan misi saling tertopang dan terkuatkan satu sama lain. Adalah baik aku belajar taat dan setia tentang semua yang sudah Kau berikan kepadaku dan adalah baik untuk percaya, bahwa Engkau tak pernah memberi ular kepada orang yang meminta roti.
Adalah baik bila saya mendapat sahabat, anak-anak, rekan dalam pelayanan saya sebab dari sanalah saya belajar mencintai “anak-anak”, rekan-rekan saya dalam pelayanan secara murni dan tanpa mengingini, akan tetapi belajar memberi yang terbaik yang saya miliki kepada mereka tanpa syarat dan dari sanalah saya belajar dan menjalankan hati seorang bapa, hati yang termulia..
Dan untuk “anak-anak”, rekan-rekan sepelayanan, aku mengucap syukur karena mereka adalah salah satu dari beberapa pemberian-Mu yang terbaik untukku sebab dalam diri mereka aku melihat kasih, dan dalam kasih, aku melihat Sorga.
Adalah yang terbaik Kau berikan orang tua dan adik-adikku, dimana lewat mereka aku mengenal kasih-Mu. Terima kasih Tuhan. Dan adalah yang terbaik, belajar memberikan yang terbaik, belajar taat, belajar setia, belajar melakukan setiap Firman-Mu yang tertulis di loh hatiku. Setiap kali aku sadar betapa kasih-Mu yang mengijinkan aku terlahir di dunia dan mengalami semua ini..
By
DHS
DHS
Membalikkan keadaan..
Suatu ungkapan yang begitu berkuasa, bagaimana miskin menjadi kaya? Bagaimana juga ternyata yang kaya menjadi miskin? Atau saat orang kalah lalu menjadi lebih daripemenang?
Apakah waktu-waktu kita sudah efektif dan berguna bagi Kerajaan-Nya?
Sudah waktunya kita bersiap untuk memasuki bulan-bulan untuk membalikkan keadaan kita masing-masing. Bapa rindu kita bangkit dari semua keadaan kita dan mulai mengencangkan ikat pinggang kita dan berlari kembali lebih kencang. Sudahkah hati kita memikirkan perkembangan Kerajaan Tuhan dalam setiap kehidupan? Ataukah kita sama sekali tidak memperdulikan kepentingan Kerajaan Allah?
Bagaimana membalikkan keadaan?
Prinsip pertama, jangan melupakan yang namanya Kuasa ucapan Firman. Inilah yang terpenting. Mari kita mulai membiasakan diri sebagai gaya hidup untuk membaca, melakukan dan memperkatakan Firman. Seperti : Ucapan berkat untuk membalikkan kutukan keuangan, ucapan kekuatan dan kemenangan terhadap musuh membalikkan kelemahan dan kekalahan, ucapan iman dan memanggil jiwa-jiwa membalikkan ketidakpercayaan, ucapan berbahagia saat hati kita sedih dan letih. Kelihatannya ini seperti menyangkali keadaan kita dan ‘berpura-pura’ sudah bebas dari keadaan itu, tetapi ini bukanlah berpura-pura tetapi pernyataan iman yang dapat menggoncangkan bumi. Daud dalam penderitaannya, dia selalu mengatakan kebaikan Tuhan bahkan setelah dia mengatakan bahwa Allah sedang membiarkannya terhimpit oleh musuh, tetapi dia percaya kepada Bapanya yang pasti akan menolong dan membalikkan keadaan buat dirinya. Hanya orang yang hidup sesuai Firmanlah yang dapat menggunakan senjata Firman untuk menyerang musuh!
Prinsip kedua, memiliki kuasa yang didapat dari cara hidup yang benar dihadapan Allah dan bayar hara. Apa bedanya orang Kristen yang menyerahkan hidupnya total buat mengikuti kehendak-Nya dengan orang Kristen yang biasa? Hal ini terletak pada kuasa dan kepercayaan yang lebih yang Tuhan dapat berikan pada orang tersebut. Semakin kita mentaati, hidup dekat dan mengikuti kehendak-Nya, maka kita akan diberikan kuasa yang lebih besar untuk melakukan kehendak-Nya itu, untuk mengerjakan sesuatu bagi Tuhan dan berhasil. Semakin banyak engkau berkorban dan emngosongkan diri kita terhadap keinginan dunia, maka kita akan semakin diisi oleh KeIlahian-Nya, sifat, kuasa, kasih dan hati-Nya.
Akhir-akhir ini saya melihat ternyata banyak wanita-wanita yang bertambah cantik saja, dengan berbagai asesoris cantik, dan perawatan yang memadai membuat wanita lebih terlihat spesial. Hai sobat wanita !! sebagian mungkin ada yang merasa begitu bangga dengan dirinya tetapi ada juga yang begitu tidak PD alias minder akan penampilannya karena melihat penampilan teman-temannya yang semakin mempesona.
Mari kita lihat apa yang dikatakan Allah mengenai wanita. Wanita ada pertama kali saat kejadian di Taman Eden dimana Adam membutuhkan penolong yang sepadan untuk dia. Tetapi Allah melihat, bahwa ternyata ciptaan yang lain tidak mampu mengimbangi manusia Adam ini, sehingga Allah menciptakan manusia yang lain, seorang wanita yang diambil dari tulang rusuk Adam. Perhatikanlah tujuan Tuhan menciptakan wanita, wanita bukanlah perongrong tetapi penolong. Untuk kamu-kamu yang lagi minder dengan dirimu sendiri,dan ingin menjadi sebagaimana orang lain, ada kabar gembira yang datangnya asli dari Surga lho!! “Perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah”( 1 Petrus 3:4)
Adalah baik jika manusia memperhatikan penampilan dan perhiasan yang mampu dilihat orang lain, tetapi janganlah sobat wanita lupakan, bahwa yang sangat berharga di mata Allah adalah manusia batiniahmu yang lahir dari roh yang lemah lembut dan tentram, yang tidak akan dapat binasa.
Sebagai wanita-wanita Allah yang menjalani kehidupan dan menggenapi visi Allah terhadapnya, kita harus memiliki yang namanya kelembutan, tetapi juga memiliki roh yang kuat “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! dan tetap kuat! “ (1 Kor 16:13). Perhatikanlah bahwa ayat ini tidak hanya ditujukan untuk lelaki saja tetapi untuk wanita juga dimana Allah menginginkan kita para wanita bersikap sebagai laki-laki, tetapi jangan digunakan alasan untuk kita menjadi tomboy alias kelaki-lakian!! Kuat dan berdiri teguh dalam imanmu, dan miliki roh yang kuat dalam cobaan apapun. Jangan katakana wanita itu lemah sebab ternyata walau dari fisik terlihat lemah ketimbang pria, tetapi disini wanita memiliki peranan yang vital bagi kehidupan pria.
1:3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
1:4 "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?
1:5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
1:7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
1:9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya.
Seperti dikatakan dalam kitabh hagai tersebut, banyak orang berpikir tidak perlu membangun rumah Tuhan. Banyak yang berpikir “Aku bangun dulu keluargaku, rumahku, cita-citaku, barulah rumah Tuhan, kan Tuhan tahu kesusahanku, Tuhan tahu kebutuhanku dan Tuhan tahu kesibukanku..”. Kita suka beralasan belum waktunya bagi kita membangun rumah Tuhan. Apakah rumah Tuhan itu? Rumah Tuhan adalah tempat dimana Tuhan berdiam dan berkenan didalam-Nya. Apakah setiap gedung gereja adalah rumah Tuhan? Belum tentu, jika tidak ada kesenangan dan perkenanan Tuhan disana, maka gedung itu hanyalah tempat biasa, walaupun dipakai untuk ibadah atau kegiatan rohani. Rumah Tuhan adalah rumah kesenangan-Nya, tidak pedulu gedung atau tempat itu sebesar apa, tidak peduli bagus atau tidak, asal ada kesenangan-Nya disana, maka rumah itu akan menjadi Rumah Tuhan. Rumah Tuhan disini adalah tempat karya Allah dinyatakan, Kerajaan Allah dihadirkan dan pekerjaan-Nya diselesaikan.
| | Lihat halaman ini dalam bahasa: Inggris (English), Dutch (Nederlands), Hongaria (magyar), Spanish (Espaรฑol) |
- Tuhan mempunyai rencana besar untuk hidup anda ! Kita adalah ciptaan Tuhan, sesuai dengan rupaNya, untuk suatu tujuan. Seperti Tuhan memanggil Nabi Yesaya (Yesaya 49:1), Yeremia (Yeremia 1:5) dan Paulus (Galatia 1:15) untuk suatu tujuan khusus, Ia pun mempunyai rencana khusus dalam hidupmu.
- Kehendak Allah yang terutama adalah, bahwa kita mempunyai hubungan intim denganNya melalui putraNya, Yesus Kristus.
- Tuhan ingin kita menjadi murid Kristus. Ini berarti orang Kristen harus berkomitmen untuk mengikutiNya tanpa kompromi.
- Alkitab menolong kita untuk mengetahui kehendakNya
- Tuhan berjanji memberikan kita suatu kebijaksanaan jika kita meminta kepadaNya dalam doa, dan percaya bahwa Ia telah memberikannya. Terkadang kita harus meminta Tuhan suatu hikmat untuk mengerti kehendakNya.
- Tuhan telah memberikan Roh Kudus sebagai penuntun
- Kita seharusnya mendengarkan nasihat dari pria dan wanita yang bijaksana yang ditempatkan Tuhan dalam hidup kita. Seringkali nasehat dari orangtua, pendeta, pelayan kaun muda, guru sekolah minggu ataupun orang lain, membantu kita dalam menghadapi situasi kita sehingga kita dapat memutuskan apa yang Tuhan ingin kita lakukan.
- Alkitab menyatakan bahwa damai sejahtera akan datang dalam hidup kita jika kita menyenangkan Tuhan. Sewaktu menentukan antara dua alternatif dalam doa kita, terkadang akan ada pilihan yang memberikan suatu damai sejahtera. Pilihan itu kemungkinan merupakan kehendak Tuhan.
- Kita harus meletakkan kepercayaan kita pada Tuhan bahwa apapun yang dilakukanNya adalah untuk kebaikan kita.
- Tuhan telah memberikan pada setiap kita suatu talenta dan kemampuan untuk dipakai dalam pelayanan kepadaNya. Tuhan selalu memperlengkapi kita untuk melakukan apa yang diinginkanNya. Jika anda tak diberikan suatu kemampuan dalam suatu bidang, Tuhan mungkin tak memanggil Anda untuk melayani di bidang tersebut. (lihat Roma 12:6-8, I Korintus 12:1-11, dan Efesus 4:11-13 sebagai daftar karunia Roh) Ingatlah bahwa tujuan utama Tuhan dalam hidup kita adalah untuk kemuliaan namaNya (I Korintus 10:31) sehingga kabar Injil dan kerajaan Allah dapat disebarluaskan (Kejadian 50:20 dan Filipi 1:12).
- "Sebab aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11) Alkitab mengatakan bahwa kehendak Allah adalah "baik, berkenan dan sempurna." (Roma 12:2)
- "Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran." (1 Timotius 2:3-4)
- Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti aku." (Lukas 9:23)
- "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105)
- "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan padanya." (Yakobus 1:5) Dalam Filipi 4:6, Tuhan menyatakan bahwa kita dapat berdoa untuk memohon apapun.
- "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran." (Yohanes 16:13a)
- "Jalan orang bodoh lurus dalam pandangannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak." (Amsal 12:15) "Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasehat banyak." (Amsal 15:22)
- "Di mana ada kebenaran di situ tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya." (Yesaya 32:17)
- "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri . Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:5-6) "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya, pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6)
Diterjemahkan: Robert Y Tanoni
Penulis: Dawson McAllister of Dawson McAllister Live!
Hak Cipta © 1997, 1998, Dawson McAllister Live!, Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang - kecuali sebagaimana dinyatakan pada halaman "Usage and Copyright" terlampir yang memberi kepada pengguna ChristianAnswers.Net, hak untuk menggunakan halaman ini untuk pekerjaan di rumah, kesaksian pribadi, di gereja-gereja maupun sekolah-sekolah.
| |
Mungkin anda sudah menonton banyak filem, tetapi filem "Yesus" merupakan filem yang berbeza. Filem ini mengambarkan kehidupan Mesias secara terus-terang, dan benar-benar dapat mengubah hidup seseorang. |
Injil Lukas dari Alkitab dipilih sebagai dasar untuk dialog dan lakonan filem ini. Penyelidikan dan persiapan secara berhati-hati dilakukan selama lima tahun sebelum perfileman betul-betul bermula di tempat kisah ini berlaku, iaitu Israel. Para penyelidik, ahli kaji purba, ahli sejarah dan para teologi telah diminta memberikan nasihat. Bengkel kerja spesial telah didirikan khusus untuk membuat semula tembikar, peralatan dan pakaian yang dipakai pada abad pertama.
"Kami berhasrat untuk membuat sebuah filem dokumentari yang dramatik mengenai seorang manusia yang hidup 2.000 tahun yang lalu," katakan Paul Eshleman, direktor peredaran antarabangsa filem "Yesus". Yesus bekerja dengan tangan-Nya, hidup di tengah-tengah orang ramai, makan seperti mereka dan memahami penderitaan mereka. Kami menginginkan sebuah filem yang membolehkan penonton merasai bahawa mereka lebih memahami peribadi yang merupakan kedua-dua Tuhan dan manusia pada waktu yang sama, iaitu Yesus dari Nasaret. Dan Dia bukan sahaja telah mengubah arah sejarah, tetapi sekarang juga masih mengubah hidup ramai orang."
Pelakon-pelakon dipilih melalui proses yang intensif, terutama siapa yang akan memainkan peranan Yesus. Supaya wajah para pelakon lebih secocok dengan orang-orang sebenar, 45 pelakon dan hampir semua daripada 5.000 pelakon tambahan telah dipilih dari mereka yang tinggal di Timur Tengah. Watak Yesus dipegang oleh Brian Deacon, pelakon terkenal Inggeris dari Syarikat Royal Shakespeare. Deacon dipilih di antara 1,000 pelakon-pelakon lain kerana caranya yang sederhana tetapi dengan penuh hormat ketika memainkan peranan Yesus.
Kini, filem "Yesus" telah diterjemahkan ke dalam lebih daripada 500 bahasa dan ditontonkan oleh lebih daripada 2 bilion orang di seluruh dunia. Filem ini dibiayai dan ditaja oleh Campus Crusade for Christ International. Filem ini dibuat oleh John Heyman, pemenang award Cannes Filem Festival. Warner Brotherslah yang mengendalikan penayangan perdana di pawagam-pawagam di Amerika Utara.
Selama ini, umat Kristiani meyakini bahwa Natal yang diperingati sebagai hari kelahiran Yesus jatuh pada setiap tanggal 25 Desember. Keyakinan tersebut sedemikian kuat sehingga setiap tahunnya umat Kristen dan Katolik selalu memperingatinya dengan perayaan-perayaan tertentu. Gereja Vatikan Roma pun menggelar misa khusus untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus itu.
Natal berasal dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”. Kedatangan Natal, biasanya diramaikan dengan pernak-pernik Santa Clause atau biasa disebut dengan Sinterklas serta pohon-pohon Natal (aku menyebutnya pohon cemara) buatan lengkap dengan pernak-perniknya. Sementara di wilayah-wilayah Eropa, Natal identik dengan salju. Pada negara-negara yang berbahasa Arab, Bagiku, pernak-pernik adanya sinterklas, pohon cemara, dan salju merupakan hal yang mengusik nalar. Betapa tidak, sebuah peringatan hari kelahiran Yesus Kristus yang dilahirkan di kawasan timur tengah kok diramaikan dengan sinterklas, pohon natal cemara, dan salju. Demikianlah kegusaranku sejak SMP. Meskipun demikian, aku seneng aja melihat film-film spesial Natal di RCTI. Waktu SD-SMP, Home Alone adalah film favoritku yang sering diputar RCTI setiap menjelang hari Natal. 
Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Sebagian besar tradisi Natal berasal dari tradisi pra-Kristen barat yang diadopsi ke dalam tradisi Kristiani. Selain itu, peringatan Natal dalam tradisi barat (yang kian mendunia) ditandai dengan bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta datangnya Tradisi Natal yang kehilangan nilai-nilai unsur agamawi khususnya ke-kristen-an ini seperti halnya perayaan Tahun Baru Hijriyah (Tahun Baru Islam) yang “diganti” dengan malam 1 Suro. Pada akhirnya, nilai-nilai keislaman pada yang sangat bertentangan dengan spirit IslamSebagai misal, dengan tradisi arak-arakan Kerbau Kyai Slamet yang semakin dipopulerkan.
Banyaknya simbol-simbol, yang menurutku tidak pas dengan peringatan kelahiran Yesus, membuatku bertanya-tanya apa memang Natal benar-benar hari kelahiran Yesus (baik versi Kristen atau Islam)? Atau, jangan-jangan hari Natal sebenarnya memanglah bukan hari kelahiran Yesus? Dua pertanyaan itulah yang antara lain membuatku bertanya-tanya.
Jawaban atas pertanyaanku pun akhirnya mulai datang. Sekitar setahun lampau, aku memperoleh informasi bahwa seorang astronom Australia, memprediksi kelahiran Yesus Kristus bukan jatuh pada tanggal 25 Desember, seperti yang dirayakan umat Kristiani sedunia seperti sekarang ini.
Dalam keterangannya yang kala itu dilansir mengungkapkan jika ditilik dari peristiwa ‘bintang terang natal’ di Betlehem 2000 tahun silam, seharusnya Bintang terang natal itulah yang dikisahkan dalam tradisi Kristiani menuntun tiga orang majus pada bayi Yesus Kristus untuk mempersembahkan mur, emas, dan kemenyan.
Penelitian yang dilakukan oleh astronom mengasumsikan, bintang terang natal atau lebih dikenal bintang Betlehem yang terlihat di langit, merupakan kombinasi planet Venus dan Jupiter. Ketika itu, kedua planet berada pada posisi terdekat dan menjadikannya lebih bersinar terang dari biasanya.
menggunakan sebuah program komputer (software) yang sangat kompleks dan rumit untuk memastikan posisi langit pada malam kelahiran Yesus di Betlehem 2000 tahun silam.
“Kami memang memiliki software yang dapat memetakan ulang kondisi langit malam hari di setiap waktu hingga beberapa ribu tahun silam, dan kami menggunakannya untuk melihat kembali ke waktu kelahiran Yesus,” kata Reneke, yang juga seorang pengajar ilmu astronomi dan editor .
dan timnya melakukan penelusuran dengan panduan injil Matius. Kisah kelahiran Yesus menurut injil Matius dijadikan sebagai referensi untuk mengetahui peristiwa Natal. Reneke mengatakan ia dan timnya tidak mencoba untuk menghina suatu agama. Tapi, penelitian itu dapat menunjukkan memang ada obyek bercahaya terang 2000 tahun silam.
“Meskipun kita sering mempertentangan ilmu dan agama yang sering mengecewakan orang. Tapi dalam kasus ini, saya kira justru dapat memperkuat keimanan dan keyakinan seseorang,” kata Reneke.
Temuan ke a.k.a mungkin bukanlah isapan jempol belaka semakin menjawab tentang ketidaktepatan dan ketidakvalidan peringatan Kelahiran Yesus setiap tanggal 25 Desember. Penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal telah menuai kontroversi sejak dahulu. Peringatan hari Natal pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus itupun ternyata hanya dirayakan oleh Gereja Barat, sedangkan Gereja Timur tidak mengakui Natal pada 25 Desember tersebut.
Diantara alasan penolakan tersebut adalah sebagaimana banyak diungkap oleh para sejarawan yang menyatakan bahwa 25 Desember tersebut sebenarnya merupakan tanggal kelahiran banyak dewa pagan seperti dan lain-lain. Artinya, perayaan hari Natal sejatinya adalah perayaan kelahiran berhala-berhala dan dewa-dewa.
Tokoh-tokoh Kristen anti akulturasi dan bid’ah pun angkat bicara. Diantara tokoh Nasrani yang menolak kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember adalah Ia merupakan seorang sejarawan Kristen yang menentang banyak hal tentang Natal pada tanggal 25 Desember. Yang banyak orang tidak mengetahui, keseluruhan dasar bangunan kekristenan sekarang ini sesungguhnya dibangun atas di Mesir kunokecuali jika anda menyebutnya sebagai sebuah KEBETULAN. Beberapa di antara “KEBETULAN” itu antara lain
- Yesus dianggap anak Allah, ini sama dengan keyakinan kultus Dionisius yang sudah ada berabad sebelum Yesus lahir.
- Yesus dilahirkan di kandang, ini sama seperti kisah yang lahir di kuil-kandang Dewi Isis.
- Yesus mengubah air menjadi anggur dalam perkawinan di Qana, ini sama seperti apa yang dilakukan Dionisius.
- Yesus membangkitkan orang dari kematian dan menyembuhkan si buta, ini sama seperti Dewa
- Yesus diyakini bangkit dari kematian di makam batu, sama seperti Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan roti dan anggur di mana sampai sekarang ritual ini masih tetap berjalan di gereja-gereja, padahal ritual roti dan anggur merupakan simbolisasi penting dalam tradisi Osirian, dan juga hampir semua ritual pagan yang memuja Dewa Yang Mati seperti halnya pemuja Dionisius dan Tammuz;
- Yesus menyebut dirinya penggembala yang baik, ini meniru peran Tammuz, yang berabad sebelumnya telah dikenal sebagai Dewa Penggembala;
- Istilah ‘The Christ’ pada awal kekristenan tertulis ‘Christos’, sering tertukar dengan kata lain dalam bahasa Yunani, yang berarti baik hati atau lembut. Sejumlah manuskrip Injil berbahasa Yunani dari masa awal malah menggunakan kata Chrestos di tempat yang seharusnya ditulis dengan Christos. Orang-orang di masa itu sudah lazim mengenal Chrestos sebagai salah satu julukan Isis. Sebuah inskripsi di Delos bertuliskan Chreste Isis.
- Dalam Yesus mengatakan, “Seandainya biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja, tetapi jika dia mati ia akan menghasilkan banyak buah”. Perumpamaan dan konsep ini jelas berasal dari konsep ritual Osirian;
- Dalam Injil Yohanes 14:2 Yesus mengatakan, “Di rumah bapakku banyak tempat tinggal.” Ini benar-benar berasal dari Osiris dan dicopy-paste dari Kitab Orang Mati Mesir Kuno yang dipercaya disimpan di kota kematian,. Ini baru sebagian contoh
, dalam bukunya “”, menegaskan jika Natal yang berasal dari Katolik Roma bukanlah ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat paganisme.
“Karena perayaan Natal berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam, edisi 1911, dengan judul ‘, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi “Christmas was not among the earliest festivals of church, the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan custom centering around the January calends gravitated to christmas.
Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Bapak Katolik pertama, mengakui jika, “In the Scnptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herold) who make great rejoicings over the day in which they were born into the world.
Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”
Encyclopedia Americana (1944) menyatakan, “Christmas…it was according to many authorities, not celebrated in ihe first centuries of the Christian church, as the Christian usage in gene.ral was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth… ” (The “Communion”, which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “A feast was established in memory of this even (Christ’s birth) in the fourth century. In the fifth century the Westem Church ordered it fo be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ’s birth existed.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”
Adalah fakta sejarah jika pada abad pertama masehi hingga abad ke tiga, perayaan Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.
Analisa lain mengenai mustahilnya Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember adalah adanya fakta bahwa pada bulan Desember – Januari, di daerah Timur Tengah, justru mengalami musim dingin, sehingga sangat tidak masuk akal untuk menggembalakan hewan pada waktu-waktu tersebut. Sedangkan dalam Injil disebutkan bahwa lahirnya Yesus ditandai dengan cerita adanya para gembala yang sedang menggembalakan hewan peliharaan mereka.
Pastor Herbert W. Amstrong juga menyangkal pandangan resmi gereja Roma tentang kelahiran Yesus. “Amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin). Saya berpegangan pada Injil Lukas 2:11 yang menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:
“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”
Amstrong melanjutkan, “Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.”
New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul “menguraikan dengan jelas sebagai berikut: “Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut kelahiran matahari baru. Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat populer di masyarakat itu diambil Kriste. Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model penyembahan kepada dewa Matahari.”
Perlu diingat, menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.
Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu.
Oleh karena itu, meski sudah beragama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “Sunday” sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari). Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-God (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan – Yesus).
Demikianlah, ujar Amstrong, asal usul yang dilestarikan oleh dunia Barat hingga kini. Walau namanya diubah jadi selain Sun-day, Son of God, Christmas, atau Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa Matahari.
Encyclopaedia Britannica mengatakan: “Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak dewa Mithra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus…“
Uraian di atas menjawab pertanyaanku tentang apakah Natal benar-benar hari kelahiran Yesus. Jawabannya ternyata tidak. Natal sangat tidak tepat dikatakan sebagai hari kelahiran Yesus. Sementara, pertanyaan sekunderku tentang munculnya beragam asesoris dan pernak-pernik di hari Natal seperti pohon cemara Natal dan Sinterklas masih belum terjawab. Namun, setelah membaca kutipan Encyclopaedia Britannica halaman 648-649 (kalau tidak salah) pada edisi kesebelas, pertanyaan mengenai siapa dan bagaimana asal mula sinterklas muncul menjadi terjawab.
Disebutkan dalam Encyclopedia Britannica halaman 648-649 edisi kesebelas: “St Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December…a Legend of his surreptitious bestowal bf dowries on the three daughters of an impoverished citizen…is said to have originated the old custom of giving present in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec 6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus.”. Ternyata, Sinterklas adalah ciptaan seorang Pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Waktu awal-awal sosialisasi perayaan hari Natal pada tanggal 25 Desember, menyeleweng dari tradisi sebelumnya.
Mengenai Pohon Natal atau Pohon Cemara atau juga disebut dengan pohon Terang, aku memperoleh jawaban dari kutipan buku tulisan Menurut Frederick J. Haskins dalam bukunya Answers to Questions disebutkan: “The use of Christmas wreaths is believed by outhorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same times as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era. Pohon Terang atau Pohon Natal, sama sekali tidak pernah dianjurkan oleh Tuhan maupun Yesus untuk mengadakan atau merayakannya. Itu semua diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir kuno). Pohon itu sendiri disebut dengan istilah “Mistleto” yang biasanya dipakai pada perayaan musim panas, sebagai persembahan suci kepada matahari. Cabang Mistletoe adalah cabang pohon yang digunakan oleh manusia dalam perayaan Natal dengan cara ketika dua orang manusia berada di bawah cabang daun ini mereka harus berciuman. Sesungguhnya, Nimrodlah yang disimbolkan dalam cabang daun ini yang sesungguhnya mengadaptasi konteks Yesus yang adalah “cabang anggur Allah”. Nimrod disebut kayu Yule yang mati yang harus dibakar pada malam Natal dan akhirnya muncul sebagai pohon Natal sebagai “cabang Allah” yang juga dirayakan di Mesir “dengan pohon palem” dan Roma
Berawal dari rasa kegusaran dan penasaranku yang menuntunku untuk mencari tahu dan menggali informasi mendalam tentang Natal, kelahiran Yesus, dan segala pernak-perniknya, membuatku tahu bahwa peringatan 25 Desember sebagai Hari Natal atau hari kelahiran Yesus Kristus adalah tidak pas dan tidak berdasar. Dari penggalian informasi di atas, ada beberapa kesimpulan versi mengenai waktu kelahiran Yesus, yaitu antara yang berpendapat Januari, Juni, dan bulan sebelum Oktober. Sementara Hari Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember lebih tepat disebut sebagai hari Peringatan Kelahiran Dewa atau Berhala.
“Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsabangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat. ” Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. ” (Yeremia 10:2-6)
Kesimpulan jawaban atas pertanyanku bahwa Hari Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember adalah bukan merupakan Hari Peringatan Kelahiran Yesus ternyata mendapat penguatan dari pernyataan mendiang Paus Yohanes Paulus II yang kuperoleh dari sebuah situs. Dalam pernyataannya sekitar tahun 1994, Paus Yohanes Paulus II pernah mengumumkan kepada umat jika Yesus sebenarnya tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Tanggal 25 Desember sudah menjadi tradisi Kristen berabad-abad yang hingga kini masih dirayakan. Akankah ada perubahan besar dalam perayaan Hari Natal tahun ini, tahun depan, dan tahun-tahun selanjutnya?
Kami mahasiswa Papua yang berdomisili di Yogyakarta sangatmenucap syukur atas bencana Merapi Begitu sangat berbahaya tapi dengan tuntunan Tuhan sehingga tak ada apapun sampai saat ini, dan kami trus doa restu kepada warga yang berhada di lereng Merapi sementara dalam kehadaan keilangan dan kerauma ,untuk itu kami sampaikan seluruh lapisan masyarakat dukungan doa.
Kami mahasiswa Papua yang berdomisili di Yogyakarta sangatmenucap syukur atas bencana Merapi Begitu sangat berbahaya tapi dengan tuntunan Tuhan sehingga tak ada apapun sampai saat ini, dan kami trus doa restu kepada warga yang berhada di lereng Merapi sementara dalam kehadaan keilangan dan kerauma ,untuk itu kami sampaikan seluruh lapisan masyarakat dukungan doa.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar